cropped-logo-pakar-cctv-tanpa-teks-bawah.png
Telpon | (021) 2206 8430 | 0851-5542-2877
Email | info@pakarcctv.id

Mengenal Jenis Kamera Cctv dan Harganya

jenis kamera cctv

Berbagai tempat umum maupun rumah pribadi banyak menggunakan kamera pengawas sebagai salah satu alat keamanan. Dengan demikian para calon pengguna kamera pengawas cctv wajib mengenal jenis kamera pengawas cctv serta harganya. Ada dua jenis kamera pengawas yang banyak populer saat ini, yakni IP Camera dan CCTV. Prinsip utama dua kamera tersebut sebenarnya sama, yakni merekam video, mengirimkan ke sebuah perangkat lalu menampilkannya di monitor. Namun, terdapat banyak perbedaan cara kerja dan fitur pada masing-masing jenis kamera cctv dan harganya.

Kamera Cctv Analog

Mari kita bahas satu persatu untuk mengenal jenis-jenis kamera pengawas cctv. Pertama, Closed-Circuit Television atau biasa disingkat CCTV mengandalkan sinyal analog untuk mentransmisi video dari satu kamera atau lebih ke perangkat penerima (receiver). Kamera analog merekam gambar, lalu mengirim gambar tersebut melalui kabel coaxial ke Digital Video Recorder (DVR). Kemudian, DVR mengubah video dari sinyal analog ke sinyal digital, memadatkan data, dan menyimpannya dalam hard drive. Setelahnya, sambungkan monitor dengan DVR untuk menampilkan hasil rekaman. DVR bisa juga terkoneksi ke router dan modem untuk menampilkan video melalui internet dalam jaringan internal. Secara biaya, CCTV analog bisa lebih murah daripada IP camera. Pemasangan DVR juga lebih mudah dan hanya membutuhkan bandwidth yang lebih rendah, karena transmisi video dilakukan menggunakan DVR dan kabel coaxial, bukan LAN.

Tapi, karena itu pula, CCTV analog membutuhkan banyak kabel, apalagi jika memasang kamera yang berjumlah banyak. CCTV analog menghasilkan Kualitas gambar juga lebih rendah. Resolusinya hanya 720×575. Konsekuensinya, melihat detail video akan susah karena buram atau blur. Selain itu, CCTV analog juga tidak memiliki kemampuan digital zoom. Pengguna patut mempertimbangkan hal ini sebelum memasang, sebab detail yang kurang jelas akan menyulitkan proses identifikasi. Sudut pandang CCTV analog kebanyakan juga terbatas, sehingga apabila ingin mengawasi wilayah yang cukup luas, biasanya memerlukan jumlah kamera yang lebih banyak. Dengan keterbatasan bidang pandang ini pula, penempatan kamera CCTV analog harus lebih cermat. Selain itu, DVR juga memiliki port yang terbatas. Apabila memasang kamera yang lebih banyak, membutuhkan DVR juga bisa lebih dari satu. CCTV analog juga tidak mensupport enkripsi sehingga pihak lain mungkin mampu menyadap video.

Kamera Cctv IP Camera

Kedua, mengenal jenis kamera pengawas cctv IP camera. Berbeda dengan CCTV analog, IP camera mengandalkan koneksi internet untuk mengirim gambar tangkapannya. Namanya sendiri merupakan singkatan dari “Internet Protocol camera”. IP camera tidak memerlukan DVR sebagaimana CCTV. Sebagai gantinya, IP camera membutuhkan perangkat bernama switch, lantas menyambungkan switch tersebut ke network video recording (NVR). NVR memiliki program software yang merekam video, mengubahnya menjadi format digital, lalu menyimpannya ke dalam perangkat penyimpanan, seperti hard disk.

Berbeda dengan CCTV analog yang hanya bisa menampilkan ke monitor yang berbasis sinyal analog pula, IP camera dapat dapat menampilkan layar ke perangkat yang tersambung ke internet seperti smartphone atau laptop, dengan bantuan unduhan software khusus untuk mengakses rekaman video. IP Camera akan menghasilkan resolusi gambar yang bisa jauh lebih tinggi ketimbang CCTV analog, mencapai Full HD (1080p) atau bahkan 4K.

Pengaturan

Pengguna bisa mengatur resolusi video hingga resolusi terendah, misalnya 720×480, serupa CCTV analog, untuk menghemat bandwidth. Satu IP camera memiliki cakupan bidang pandang yang relatif lebih luas dibanding CCTV analog. Dengan demikian, tidak perlu banyak memasang kamera di area yang cukup luas. IP camera pun lebih ringkas karena tidak menggunakan kabel sebagaimana CCTV analog. Pengguna hanya membutuhkan satu kabel LAN Cat 5 atau 6. Namun saat ini, ada pula IP camera wireless atau nirkabel. Poin plus lain dari IP camera adalah ketersediaan enkripsi untuk melindungi rekaman videonya, sehingga lebih aman ketimbang CCTV analog. Namun, bukan berarti IP camera 100 persen aman dari intipan pihak lain, karena hacker bisa saja meretasnya.

Untuk mencegah hal ini, pemilik perlu menerapkan langkah sekuriti seperti melindungi jaringan Wi-Fi yang tersambung ke IP camera dengan pengamanan WPA2, berikut password yang sulit ditebak. Pemilik perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memasang IP camera, terutama ketersediaan jaringan internet dengan bandwidth yang cukup besar. Apabila belum memiliki jaringan internet, ongkos instalasi IP camera bisa jadi akan lebih mahal di awal. Selain itu, membutuhkan perangkat penyimpanan dengan kapasitas lebih besar mengingat resolusi videonya bisa cukup tinggi.

Kesimpulan: Mana Yang Terbaik?

Pada umumnya, pemilihan jenis kamera cctv dan harga yang tepat untuk setiap individu sangat tergantung pada jenis lokasi, luas area, kebutuhan resolusi, serta budget yang ada.

Jika Anda bingung dalam memilih berbagai jenis kamera CCTV dan harganya yang sesuai dengan kegunaan dan budget Anda, silahkan menghubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan survey gratis.  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sama-sama Kamera Pengawas, Apa Bedanya IP Camera dan CCTV?” baca: https://tekno.kompas.com/read/2020/07/05/10170047/sama-sama-kamera-pengawas-apa-bedanya-ip-camera-dan-cctv-?page=all.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Oik Yusuf

GRATIS SURVEY

Pasang CCTV Gratis Survey Hanya di PakarCctv.id Hubungi Kami Sekarang Juga

GRATIS SURVEY

Pasang CCTV Gratis Survey Hanya di PakarCctv.id Hubungi Kami Sekarang Juga

Dapatkan Harga Jasa Pasang CCTV Termurah

pakarcctv.id

Ph. (021) 2206 8430

Mp. 0851-5542-2877

Em. info@pakarcctv.id

Scroll to Top